K-apel, Makassar - Pengusaha Menulis Buku Indonesia (PEMBIS) berkolaborasi dengan Dewan Racana Putra Putri Hasanuddin Gugus Depan Makassar 11.075–11.076 Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan bertajuk "Teknik Menulis dan Presentasi Efektif dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar", Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sedekah Jumat Kreatif (SEJUK) yang diinisiasi PEMBIS sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan literasi dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Pelatihan yang berlangsung di Sanggar Pramuka Universitas Hasanuddin tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Rahman Rumaday, penulis dan penggiat sosial, serta Andi Abdul Razak Haris, praktisi dan trainer. Keduanya membekali peserta dengan teknik menulis yang efektif, membangun gagasan yang sistematis, hingga keterampilan berbicara dan melakukan presentasi secara percaya diri di depan publik.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus PEMBIS, di antaranya Ibu Susi dan Ibu Mira, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Sedekah Jumat Kreatif. Kehadiran mereka menjadi wujud komitmen PEMBIS dalam memperluas gerakan literasi, berbagi ilmu, dan membangun kolaborasi dengan berbagai Komunitas dan organisasi kemahasiswaan. Turut hadir pula Jose Marthino Baloc wakil Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan Serta Perumahan Masyarakat Urusan Pemuda dan Olahraga Timor-Leste, yang memberikan apresiasi terhadap semangat kolaborasi lintas komunitas dalam membangun kapasitas generasi muda melalui pendidikan, literasi, dan pengembangan keterampilan komunikasi.
Pembina Dewan Racana Putra Putri Hasanuddin Gugus Depan Makassar 11.075–11.076 Universitas Hasanuddin, Junardin Djamaluddin, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program Scout Skills yang bertujuan meningkatkan kompetensi anggota Pramuka melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman.
"Program ini merupakan salah satu agenda Scout Skills Dewan Racana Putra Putri Hasanuddin. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya mengasah kemampuan kepramukaan, tetapi juga keterampilan akademik, literasi, dan komunikasi. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan PEMBIS yang telah menghadirkan pelatihan yang sangat bermanfaat bagi peserta," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Pengusaha Menulis Buku Indonesia (PEMBIS), Heny Suaheny, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Sedekah Jumat Kreatif (SEJUK), sebuah gerakan sosial yang memadukan kepedulian sosial dengan pengembangan kapasitas masyarakat.
"Selama ini sedekah Jumat identik dengan berbagi makanan. Di PEMBIS, kami mengembangkan konsep yang lebih luas melalui Sedekah Jumat Kreatif. Jadi kami tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga berbagi ilmu, pengalaman, dan keterampilan kepada komunitas, organisasi mahasiswa, maupun masyarakat yang kami kunjungi. Kami percaya bahwa ilmu juga merupakan sedekah yang manfaatnya dapat terus mengalir. Harapan kami, semakin banyak kampus, komunitas, dan organisasi yang dapat berkolaborasi bersama PEMBIS dalam menyebarkan manfaat," ungkap Heny.
Pada kesempatan tersebut, Rahman Rumaday mengajak para peserta untuk membangun budaya menulis sebagai bagian dari proses berpikir dan berkarya. Menurutnya, menulis bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga sarana untuk mengabadikan gagasan serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.
"Setiap orang memiliki pengalaman yang layak dituliskan. Jangan menunggu menjadi hebat untuk mulai menulis, tetapi mulailah menulis agar suatu hari menjadi hebat. Tulisan adalah jejak yang akan tetap hidup bahkan ketika penulisnya telah tiada," pesannya di hadapan peserta.
Senada dengan itu, Andi Abdul Razak Haris menekankan pentingnya kemampuan presentasi sebagai keterampilan yang harus dimiliki generasi muda. Ia mengajak peserta untuk berani menyampaikan ide dengan komunikasi yang jelas, santun, dan meyakinkan sehingga mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan masing-masing.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi presentasi, hingga sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan praktik langsung yang dilakukan selama kegiatan berlangsung.